Sadar atau tidak, statistik sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan begitu lekat. Ada banyak cara untuk menyajikan data. Bisa dengan tabel, grafik, diagram yang penggunaannya disesuaikan dengan informasi yang ingin disampaikan oleh penyaji data. Atau juga bisa dengan membuat tabulasi yang lebih lengkap dengan me-nambahkan tampilan variabel
Penyajian data mana yang lebih baik? Tergantung pada kebutuhan pengguna data. Dan jangan lupa, kita menyajikan data bukan untuk kita sendiri, tapi bagaimana orang lain juga mudah memahami apa yang kita sajikan. Selain dengan tabulasi, masih banyak cara untuk menyajikan data seperti dengan histogram, diagram garis (line chart), pie chart sesuai dengan jenis data yang akan ditampilkan.
Statistika begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan saking dekatnya kita tidak sadar telah menggunakan ilmu statistik dalam kehidupan kita sehari-hari. Mempelajari ilmu statistik juga tidak sesulit yang dibayangkan kebanyakan orang.
Ada dua cara mempelajari ilmu statistik, pertama secara formal melalui kuliah dengan mengambil mata kuliah ilmu statistik sehingga Anda akan tahu baik teori statistika secara mendalam, dari mana asal metode-metode statistika, bagaimana terbentuk rumus-rumus statistika, bagaimana menguji hipotesa dan lain sebagainya atau Anda belajar sendiri tentunya dengan berdiskusi dengan orang yang faham statistika, membaca buku-buku statistika, metode-metode statistika dan bagaimana penerapannya.
Cara kedua sangat memungkinkan untuk dilakukan apalagi saat ini software statistika yang digunakan dalam analisa statistik sudah userfrendly bahkan hampir tidak diketahui statistiknya. Misalnya software SPSS (salah satu software analisis statistik yang familiar), Kita dapat dengan mudah meng-gunakannya, menggunakan metode yang ada tanpa perlu tahu bagaimana metode ini ada, yang penting tahu data ini menggunakan metode ini, data itu menggunakan metode itu, serta tujuan yang ingin dicapai dari analisa tersebut.
Jika kita sudah akrab dengan statistika, menjadi data minded, bagi seorang pebisnis memahami data-data prospek bisnis akan mengurangi risiko kegagalan bisnis karena tidak menggunakan naluri semata. Dengan pengetahuan mengenai data prospek bisnis, misal seorang pebisnis akan menganalisa pasar dan menghitung peluang bisnis yang akan dijalankan, sehingga risiko yang bakal terjadi bisa diukur mendekati fakta yang sebenarnya.
Pemahaman terhadap statistik juga akan membuat kita lebih kritis terhadap isu-isu ataupun pemberitaan yang berhubungan dengan data dan fakta. Masih ingatkah Anda dengan sebuah penelitian yang menemukan bahwa 97,05 persen mahasiswi di Yogyakarta kehilangan kegadisannya atau dari dunia iklan, sebuah merek pembalut wanita menyebutkan bahwa satu dari tiga wanita memakai merk pembalut A. Di luar kesahihan klaim hasil penelitian tersebut yang harus ditumbuhkan pada masyarakat awam setiap membaca hasil seperti di atas adalah kemampuan memunculkan pertanyaan seperti, bagaimana sampling dilakukan? Berapa besar sampel-nya? Berapa standar deviasi dari datanya? Berapa persen error-margin? Nah hal ini adalah bagian dari dasar-dasar statistik.
Contoh lain sebagai gambaran dari suatu berita media masa yaitu frekuensi kecelakaan kereta api yang terjadi sepanjang tahun 2001 mencapai 72 kasus. Kalau dirata-ratakan, berarti setiap lima hari sekali terjadi satu kecelakaan. Angka rata-rata itu makin menyeramkan pada tahun-tahun sebe-lumnya, nyaris terjadi satu kecelakaan tiap dua hari. Kutipan berita di atas mungkin benar, yaitu bahwa pada tahun 2001 terjadi 72 kecelakaan kereta api. Namun kesimpulan yang dibuat dengan membuat rata-rata kecelakaan yang salah karena rata-rata tersebut akan menggambarkan keadaan di lapangan seandainya dibandingkan dengan jumlah perjalanan atau panjang perjalanan itu sendiri bukan dengan jumlah hari dalam setahun.
Di Indonesia, pentingnya data juga telah muncul melalui pemikiran program KTP SIAK (sistem informasi administrasi kependudukan) melalui KTP SIAK, data kependudukan daerah hingga nasional akan menjadi database yang dapat menyajikan berbagai profil kependudukan yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Misalnya saja guna menghindari dokumen ganda penduduk karena setiap penduduk dengan KTP SIAK akan memiliki NIK, KTP SIAK juga akan menjadi dasar penerbitan SIM, paspor, sertifikat hak atas tanah, dan dokumen identitas lainnya. NIK dari setiap penduduk akan membentuk database kependudukan nasional yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk berbagai kebijakan publik dan untuk keperluan pembangunan.
Penerapan KTP SIAK juga dapat digunakan oleh kepolisian untuk melacak pelaku kejahatan karena setiap penduduk Indonesia akan memiliki nomor identitas khusus, tidak ganda. Tidak itu saja, Dengan KTP SIAK pelaku in-dustri jasa keuangan lebih mudah mengenal siapa nasabahnya. Dan masih banyak lagi manfaat dari database kependudukan yang rapi, lengkap dan akurat.
Kendati sampai saat ini penerapan KTP SIAK ini belum maksimal tapi seyogyanya mulai tertanam pemikiran pentingnya data. Memang untuk mendapatkan data yang akurat tidak semudah yang kita bayangkan selain perlu waktu, SDM yang handal dalam mengumpulkan data juga perlu biaya yang cukup besar, serta IT (informasi teknologi) yang memadai namun hasilnya akan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dengan memperhatikan keterandalan dari data yang didapat. ***(arga)


