STATISTIKA VETERINER : Dokter Hewan dan Statistika
1. Pendahuluan
Tulisan ini tidak bertujuan yang muluk-muluk, hanya
mau mengajak para dokter hewan melek statistika dan mampu
menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk
kegiatan profesi. Syukur-syukur jika tulisan sederhana ini
mampu memicu mahasiswa kedokteran hewan dan para dokter
hewan mampu menjadi ahli statistika dengan menempuh
pendidikan lanjutan dibidang statistika. Apa iya statsitika
adalah ilmu yang membuat anda (mungkin juga saya) trauma
di masa lalu?
Dari mana saya harus mulai?? Anda bisa memulai memahami statistika dari kehidupan
keseharian, anggap saja anda belum pernah mengenalnya. Sebagai contoh jika anda sedang membaca
di ruang tamu dengan posisi membelakangi pintu, tiba tiba di dinding dihadapan anda ada sebuah
bayangan orang yang besar. Tanpa anda melihat, bisa saja anda memprediksi bahwa yang berdiri di
depan pintu adalah laki-laki, meski hal ini bisa saja salah (dengan asumsi tak ada 1/2 laki-laki dan 1/2
wanita). Mengapa anda bisa langsung menyimpulkan demikian? Karena dari pengalaman kehidupan
anda mendapat citra bahwa pria lebih tinggi dan besar dari wanita (tanpa adanya inforamsi tambahan
lainnya).
Hal diatas merupakan salah satu contoh yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Juga contoh-contoh lain dalam kehidupan seperti dalam sebulan aku menghabiskan biaya hidup ratarata
sebesar lima juta rupiah. Langit mendung, tampaknya akan hujan, dan lain-lain. Inilah konsep
berfikir secara statistika dalam keseharian hidup kita. Pada contoh pertama, pengalaman masa lalu
dalam kehidupan diringkas secara sederhana dan cepat. Sedangkan dari contoh ke 2 dan 3, orang
tersebut memberlakukan secara umum dari apa yang menjadi pengalaman dimasa lalunya mengenai
suatu hal yang spesifik. Perhatikan contoh pertama, bandingkan dengan yang kedua dan ketiga.
Meskipun tampaknya serupa, tetapi dari sudut pandang statistika tidak sama. Contoh kedua dan ketiga
adalah membuat prediksi/ prakiraan untuk waktu-waktu berikutnya. Bagaimana sensasi dari
pengalaman tersebut muncul? Ini karena perhatian, daya menangkap, dan daya ingat manusia, dimana
hal ini juga dimiliki juga oleh hewan.
Apa itu statistika? Statistika berasal dari kata state, yaitu negara/ pemerintah, jadi asal usulnya
statistika merupakan alat bagi pemerintah dalam menghimpun informasi mengenai kekayaan
negaranyauntuk berbagai tujuanseperti membangun system pertahanan Negara, perbelanjaan negara,
dan lainnya yang penting untuk biaya operasional negara. Sampai saat ini, paham itu terus dianut,
yaitu berupa pengumpulan pajak untuk Negara. Kata statistika digunakan paling tidak dalam empat
persepsi yang berbeda, yaitu :
1. Keseluruhan subyek atau disiplin yang sedang dikaji atau dipraktekan.
2. Metoda yang digunakan dalam pengumpulan/ proses data. Terminologi yang kedua ini lebih
spesifik.
3. Segala hal yang terkait dalam pengumpulan data.
4. Mengacu pada pengolahan suatu besaran statistik tertentu seperti nilai rata-rata, median, dan lainlain.
Dari keempat konsep inilah terbangun pola pikir statistika yang sebenarnya sudah terbentuk
sejak jaman Mesir kuno dan merupakan salah satu faktor pendukung dalam pemikiran manusia di era
informasi ini. Pola pikir statistika ini juga yang mengilhami munculnya beberapa permainan seperti
permainan kartu (domino, gaple, remi dan lainnya) serta permainan roulette yang mengilhami
munculnya para penjudi. Jadi munculnya pemikiran statistika dikarenakan manusia menghadapi
ketidakpastian di masa depannya (lihat juga naskah penulis mengenai matematika veteriner).
Saat ini, statistika merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara mengumpulkan informasi, ini
bisa didapatkan berupa angka atau berupa bukan angka seperti pendapat, opini, dan lainnya. Semua
yang didapat kemudian harus diolah lebih lanjut menjadi statistik agar lebih mudah dipahami. Sebagai
contoh menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Bali pada bulan Juli tahun 2008 ini, ada
berbagai hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan statistika.
1. Pihak keamanan harus bisa memastikan bahwa saat pilkada nanti situasi keamanan baik.
Bagaimana proses menuju kepastian tersebut? Apakah hanya sekedar tebakan atau janji-janji saja?
Statistika dalam hal ini sangat membantu pihak keamanan untuk mendapatkan statistik mengenai
lokasi-lokasi sarang teroris dan kriminal lain. Selain itu statistik mengenai perkembangan opini,
politik, dan tingkah laku masyarakat/ sekelompok orang sangat penting untuk didapatkan, karena
masalah keamanan bukan saja dihasilkan dari pihak teroris saja. Sesungguhnya potensi pergolakan di
masyarakat harus mendapat perhatian yang lebih, belum lagi kombinasi antar keduanya/ peran
provokator.
2. Seorang penjual/ salesman juga harus mengetahui sasaran untuk menjual produknya, tanpa itu,
maka usaha penjualannya bisa tidak efisien karena banyak membuang waktu, tenaga, dan biaya dan
akhirnya target tak tercapai.
Jadi sudah bisa dilihat begitu pentingnya peranan statistika dan statistik dalam contoh-contoh
diatas. Bagi anda yang pernah mendapatkan statistika, mungkin anda pernah trauma dengan rumus dan
perhitungan-perhitungan yang muncul di statistika. Tetapi perlu disadari bahwa esensi statistika
sebenarnya bukan disitu, apalagi sekarang sudah banyak berbagai piranti lunak/ software mengenai
analisis statistika seperti Statistical Product and Service Solution (dulu : Statistical Package for Social
Sciences) atau yang populer dengan SPSS. Software ini diluncurkan tahun 1970, dan mampu
menganalisis berbagai metoda statistika seperti metoda multivariat, barisan/ runtun waktu, regresi
logistik, dan analisis daya bertahan/survival. Keuntungan software ini ialah mampu melakukan
analisis dengan sekali jalan/ single run. Ada juga Statistical Analysis System (SAS) yang diluncurkan
tahun 1972, terdiri dari analisis regresi ganda, metoda multivariat, regresi logistik, analisis survival
termasuk juga hazard proporsi dengan sekali jalan. Biasanya berguna untuk manajemen data dan
pembuatan laporan. Menyediakan juga berbagai variasi kurva. BioMeDical Programs (BMDP)
diluncurkan tahun 1961, banyak digunakan untuk berbagai administrasi rumah sakit dan medical
databases mampu menganalisis regresi logistik, analisis survival dan hazard proporsional.
Kekurangannya, software ini tak bisa menjalankan berbagai analisis dengan sekali jalan. Masih
banyak software statistika lainnya yang bisa dijalankan dengan sistem operasi Windows, Linux, dan
lain-lain.
Berbagai software inilah yang sebenarnya berkontribusi menjadikan statistika bukan lagi ilmu
yang menakutkan, seperti juga propaganda Statistics made easy dari berbagai institusi dan perusahaan
yang bergerak dibidang perstatistikan. Statistika juga sudah merambah ke berbagai disiplin ilmu lain
seperti :
1. Kelompok biologi (pertanian, peternakan, dan agrosains lainnya) menggunakan statistika dalam
memilih, mengembangkan, dan memprediksi jenis tanaman dan hewan unggul, menilai keadaan lahan
yang cocok untuk pengembangan jenis tanaman/ hewan tertentu untuk dikembangbiakan. Juga
membantu pemerintah dalam memprediksi kebutuhan masyarakat akan makanan.
2. Teknologi dan industri membutuhkan statistika untuk survey di masyarakat dalam rangka
perencanaan untuk menghasilkan suatu produk. Selain itu juga harus dilakukan pengujian mutu
terhadap produk yang dihasilkan serta survey pasar untuk pemasarannya.
3. Psikologi memerlukan statistika untuk menetapkan karakter seseorang berdasarkan ukuran-ukuran
tertentu seperti ukuran fisik, sikap terhadap sesuatu masalah, dan lain-lain. Psikometrika adalah
cabang dari psikologi yang mempelajari cara pengukuran, pendataan, dan penarikan kesimpulan
mengenai kepribadian seseorang.
4. Biologi : secara kebetulan konsep statistika untuk biologi ditemukan di kebun kacang ercis oleh
Gregor Mendel dan juga dijumpai saat mempelajari petak kebun oleh Fisher dan Yates. Sejak itu
perkembangan statistika dalam biologi menjadi pesat hingga berkembangnya biometrika, yaitu cabang
biologi yang berurusan dengan pengukuran, pendataan, bahkan hingga penarikan kesimpulan dari
suatu fenomena biologi.
Jadi jelas, statistika merupakan ilmu yang perlu dalam pengembangan berbagai ilmu lainnya,
agar langkah dan pengambilan keputusan dalam berbagai aspek dan fenomena yang terjadi dalam
langkah pengembangannya bisa dipertanggungjawabkan. Pada intinya, kita tidak tahu apa yang akan
terjadi di depan kita, nah, statistika ini merupakan salah satu tongkat penuntun kita untuk melangkah
ke masa depan dengan apa yang kita miliki saat ini. Sebagai contoh sederhana jika ada pertanyaan :
apakah ketersediaan beras di Bali cukup untuk dua tahun ke depan tanpa usaha mengimpornya dari
luar Bali?
2. Statistika dan etika.
Salah satu aspek lain dari statistika ialah aspek etika, karena ilmu ini berurusan juga dengan
seseorang dan komunitas kehidupan. Konsep statistika dan etika dicetuskan oleh institut statistika
internasional (ISI) pada tahun 1985. Pada prinsipnya, etika statistikawan/ wati terfokus pada :
1. Hubungan antar sesama profesi : harus menjunjung tinggi keilmuan, tidak saling mendeskreditkan,
tetapi saling mengisi kekurangan dan keep update ilmu melalui forum komunikasi.
2. Hubungan antara ahli statistika dan klien : Peranan statistikawan/ wati bisa sebagai karyawan atau
konsultan dalam berbagai bidang menunjukkan bahwa mereka harus bisa dipercaya dalam hal
memegang rahasia, baik suatu perusahaan, personal, dan lain-lain. Kemampuan mengakses data
merupakan salah satu otoritas yang dimiliki oleh statistikawan/ wati, tanpa bekal etika yang baik,
mereka bisa menyalahgunakan otoritasnya demi kepentingan pribadi. Dengan kemunculan berbagai
perangkat lunak komputer, akan lebih memudahkan untuk mengakses data. Dalam hal ini juga ahli
statistik dituntut agar selalu keep update agar data yang dipercayakan padanya bisa tetap aman.
3. Mengenai penggunaan statistik itu sendiri. Dalam hal ini, dua butir etika diatas yang mengacu pada
manusianya sudah menjadi panduan untuk penggunaan statistik dengan benar. Meski demikian, masih
ada institusi pemerintah (dikatakan institusi resmi/ official) yang mengontrol statistiknya. Statistik
inilah yang dikenal sebagai statistik resmi, karena berasal dari pihak berwenang. Di Indonesia, Biro
Pusat Statistik (BPS) sebagai sumber statistik resmi untuk Indonesia. Aspek etika dan realita sering
berbenturan dalam statistik, karena disatu sisi statistik harus bersifat apa adanya dan menjunjung
tinggi kebenaran, tetapi disisi lain, statistik juga harus bisa melindungi hak/ privacy orang lain. Di luar
negeri, para pemilik hewan memerlukan aspek etika dari statistiknya, tetapi di Indonesia, tampaknya
hal ini belum menjadi prioritas.
Di Indonesia tampaknya pencurian data belum terlalu membahayakan, karena sebagian besar
penduduknya masih buta data, dengan pengecualian terhadap segelintir orang tertentu yang computer
iterate atau seorang hacker terhadap data perusahaan yang bernilai tinggi. Bagaimana dengan resiko
pembocoran data mengenai silsilah anjing-anjing hasil perkawinan yang dimiliki oleh seorang
breeder? Apa yang diceritakan diatas merupakan salah satu pembeda antara statistika dan matematika.
3. Dokter Hewan dan Statistika.
Seperti juga dalam topik naskah matematika veteriner, dokter hewan juga
dituntut memahami statistika dan statistik. Mengapa demikian? Karena
bisa dikatakan tak ada aktivitas kehidupan profesi veteriner tanpa statistika
dan statistik. Di era sekarang, informasi menjadi begitu penting, padahal
sebagian terbesar dari informasi yang ada didapat berdasarkan statistik.
Fluktuasi nilai mata uang dalam kurun waktu tertentu didapat dari
statistiknya diberbagai situasi dan kondisi selama kurun waktu tersebut.
Demikian juga fluktuasi harga berbagai bahan medik dan pakan, tanpa keep in touch dengan
statistik mereka, maka seorang dokter hewan akan ketinggalan informasi , bahkan bagi yang berbisnis
bisa merugi. Jadi, dengan kata lain, apakah dalam perkembangannya ilmu-ilmu veteriner memerlukan
bantuan statistika? Jelas jawabannya ya, karena tanpa ini, praktis ilmu ini akan stagnant.
Masih banyak para dokter hewan yang memandang bahwa statistika adalah ilmu yang menyusahkan.
Hal ini mungkin ada benarnya jika ilmu ini diberikan oleh orang yang tidak berlatar belakang dokter
hewan atau profesi medik lainnya. Permasalahannya ialah tidak banyak para dokter hewan yang mau
mempelajari ilmu ini, meskipun tidak secara teoritik. Benar pepatah klasik yang mengatakan : digugu
dan ditiru. Masalah kesehatan seekor ayam atau kucing bukan fokus utama statistika, tetapi masalah
kesehatan populasi ayam atau kucing yang ada disuatu lokasi, ini yang memerlukan pemahaman
statistika. Perhatikan pelajaran dari merebaknya kasus flu burung ke berbagai daerah di Indonesia,
hikmah apa yang bisa diambil dari situ sehubungan dengan statistika dan statistik? Masih banyak
penyakit-penyakit lain yang mengancam Indonesia, ambil contohnya penyakit mulut dan kuku (PMK),
padahal Indonesia telah dinyatakan bebas sejak berhasil ditanganinya virus PMK galur O Java 83.
Epidemiologi veteriner merupakan salah satu ilmu yang memerlukan pemahaman matematika dan
statistika dengan baik, karena memprediksi penyebaran penyakit memerlukan pengetahuan teori
peluang dan statistika. Beberapa statistik yang sering muncul dalam epidemiologi ialah : 1. Mortalitas
merupakan statistik yang rutin digunakan di disiplin medis dan veteriner, selalu updated mingguan.
Mortalitas membicarakan kematian akibat sesuatu yang spesifik. Contohnya kematian pada sapi akibat
infeksi virus corona penyebab diare. Buletin Mortality and Morbidity Weekly Report merupakan
laporan rutin yang dikeluarkan oleh Center of Disease Control di Atlanta, USA (www.cdc.gov),
dimana isinya membahas berbagai penyakit yang terjadi pada manusia dan zoonosis hewan.
2. Morbiditas merupakan kasus penyakit yang diketahui menyerang sekelompok obyek tertentu dan
menimbulkan gejala kesakitan.
3. Survival merupakan nilai kebertahanan hidup terhadap serangan penyakit yang biasanya bersifat
fatal seperti kanker dan rabies.
Masalah pengambilan keputusan dalam menetapkan diagnosa merupakan sisi lain dari teori
peluang dan metode statistika yang penting dipahami oleh para dokter hewan. Terkadang, dalam
praktek dan pekerjaan profesi, kita dihadapkan pada permasalahan seperti ini, terutama jika
permasalahan tersebut sudah memasuki titik kritis untuk diambil suatu keputusan. Hasil pemeriksaan
laboratorium sering dihadapi dengan masalah sensitivitas dan spesifisitas, ini yang penting untuk
diambil keputusan. Selain itu, clinical trial dari kandidat obat banyak menggunakan konsep-konsep
statistika. Dalam bidang medik, clinical trial sudah begitu maju, karena pengujian klinis obat untuk
manusia yang dilakukan pada hewan memerlukan berbagai persyaratan ketat sebelum diambil
keputusan, apakah obat tersebut layak digunakan pada manusia atau tidak.


